Home | Posts RSS | Comments RSS | Login

Pages

HADITS YANG BERKAITAN DENGAN BUANG AIR


Buang hajat merupakan rutinitas amaliyah yang sering dilakukan semua orang. Maka alangkah baiknya bila kita mengetahui adab-adab buang hajat sesuai dengan tuntunan syari’at Islam yang mulia ini.
Adanya tuntunan dalam masalah buang hajat ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang sangat sempurna. Tidak ada yang tersisa dari problematika umat ini, melainkan telah dijelaskan secara gamblang oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Tak heran, jika kaum musyrikin pernah terperangah seraya berkata kepada Salman Al-Farisi radhiallahu ‘anhu:
“Sungguh nabi kalian telah mengajarkan segala sesuatu sampai-sampai perkara adab buang hajat sekalipun.” Salman menjawab: “Ya, benar…” (HR. Muslim No. 262)
        
 
A.      HADITS PERTAMA
  1. MEMBACA DO’A SEBELUM MASUK WC
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قَالَ: ( كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا دَخَلَ اَلْخَلَاءَ قَالَ: اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ اَلْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ )  أَخْرَجَهُ اَلسَّبْعَة
  1. TERJEMAH :
“Dari Anas Ibnu Malik Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam apabila masuk kakus beliau berdo'a: "Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari Kejelekan dan barang-barang yang jelek." Dikeluarkan oleh Imam Tujuh
  1. TAFSIR MUFRADAT            :
Tempat  untuk buang hajat, WC, Kakus, atau Jamban      :                                       اَلْخَلَاءَ   
اَلْخُبُثِ  yang berma’na setan dari jenis laki-laki          :  خبيثBentuk Jamak dari
الْخَبَائِثِ  :     yang berma’na setan dari jenis perempuanخبيثة  Bentuk Jamak    
  1. SYARAH HADITS      :
                        Anas bin Malik adalah orang ke tiga dari sahabat yang banyak meriwayatkan hadist, Ia meriwayatkan sebanyak 2.286 hadits. Anas adalah (Khadam) pelayan Rasulullah yang terpercaya. Anas bin malik menceritakan Dalam hadits ini di sebutkan salah satu adab Rasulullah dalam hal buang hajat, yaitu Rasulullah ketika hendak masuk pada tempat buang hajat, wc ataupun yang lainnya meminta perlindungan kepada Allah dari segala bentuk kejahatan dan keburukan yang datangnya dari syetan.
            WC dan yang semisalnya merupakan salah satu tempat yang dihuni oleh setan. Maka sepantasnya seorang hamba meminta perlindungan kepada Allah subhanahu wata’ala dari kejelekan makhluk tersebut, setan-setan dari jenis laki-laki dan setan-setan dari jenis perempuan. Adapun do’a yang Rasulullah ucapkan sebelum masuk ke dalam wc sebagaimana yang di terangkan dalam hadits tersebut, yaitu :
 اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ اَلْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ
 “(Dengan menyebut nama Allah) Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan.”
            Para ulama mengatakan اَلْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ di maksudkan segala bentuk kejahatan dan keburukan yang di lakukan atau yang datangnya dari setan-setan yang bersarang di dalamnya. yang mana setan adalah makhluk yang tak pernah kehabisan cara untuk mengganggu manusia utamanya seorang muslim yang dengan gangguan kejahatannya dan kejelakannya merusak agama dan ibadah yang mereka (orang muslim) kerjakan.
            Terkait dengan hadits ini dalam riwayat lain ada pula anjuran membaca Basmalah sebelum masuk ke dalam wc, sebagaimana di sebutkan dalam Hadits yang artinya :
Dari Ali bin Abi Thalib -radiyallahu anhu- bahwa Nabi -sallallahu alaihi wa sallam-berkata: “Pelindung/tabir antara mata jin dan bagian-bagian pribadi anak Adam jika salah satu dari mereka masuk toilet, adalah untuk mengatakan: ‘Bismillah’..
(Hadits Riwayat Ahmad, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah, hadits hasan)
Di jelaskan oleh sebagian ulama bahwa apabila seseorang membuang air di tempat terbuka, bukan dalam Wc atau tempat tertutup lainnya hendaklah do’a ini di baca di kala hendak mengangkat kain  atau membuka celana, jika membuang air di Wc maka do’a ini di baca ketika hendak masuk kedalamnya.
            Perkataan ibnu Bathal “dzikir ini di baca ketika hendak buang air, tempat tertutup ataupun di mana saja karena syaitan-syaitan itu di mana saja ada”.
 Sebagai tambahan penjelasan juga di sebutkan dalam hadits yang lain bahwa  Rasulullah mengajarkan kembali adab keluar dari WC, dengan membaca 
غُفْرَانَكَ, اَلْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ أَذْهَبَ عَنِّيْ الَأذَى وَ عَافَانِيْ

“Aku mohon ampun kepada Allah, Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan dariku penyakit dan yang telah menyehatkanku.”
Atau cukup dengan mengucapkan              غُفْرَانَكَ      
            Nabi memuji Allah sesudah membuang Air, terdapat kesan bahwa membuang air adalah suatu ni’mat yang besar karena sesungguhnya menahan kotoran yag ada pada tubuh  akan mendatangkan penyakit. oleh karenanya hendaknyalah seseorang yang selalu makan makanan yang sedap lagi lezat untuk kesehatannya dari perutnya yang sudah berupa kotoran di mudahkan dalam mengeluarkannya. membanyakkan puji kepada Allah yang memelihara kesehatannya itu. sekalipun mungkin membuang hajat  tidak di dalam jamban.
            Matan hadits ini di takhrijkan atau di riwayatkan oleh 7 orang pentakhrij/perawi hadits   أَخْرَجَهُ اَلسَّبْعَة , yakni : Imam Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Daud, At-Turmudzi, an-Nasa’iy dan Ibnu Majah.

5.   KANDUNGAN HADITS
a.      Anjuran untuk berlindung diri dalam keadaan apapun terlebih ketika hendak masuk kedalam wc dan menjadikan Allah sebagai tempat kita memohon perlindungan atau meminta penjagaan dari suatu kejahatan atau keburukan. dengan membaca do’a tersebut.
b.      Adapun hikmah dari membaca doa sebelum memasuki kamar kecil adalah agar terhindar dari gangguan setan yang memang bersarang di kamar kecil sebagai tempat favorit mereka. Sehingga ketika seseorang membaca basmalah dan doa ini, maka setan-setan akan keluar dari kamar mandi tsb dan tidak akan mempengaruhi orang tsb. Walaupun demikian, dianjurkan untuk tidak berlama-lama di dalam kamar kecil (WC).
c.      Menunjukkan bahwa Rasulullah berdzikir mengingat Allah kapan dan dimanapun berada, bahkan ketika hendak masuk beliau meminta penjagaan kepadaNya, sehingga di katakan setelah buang hajat dan keluar dari wc beliau membaca غُفْرَانَكَ yang di artikan sebagai permohonan ampun kepada tuhan karena ketika beliau dalam wc atau tempat kotor tersebut beliau terlepas berdzikir kepada Allah.


B.    HADITS KE II
  1. BERISTINJA’ DENGAN AIR
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قَالَ: ((كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَدْخُلُ اَلْخَلَاءَ فَأَحْمِلُ أَنَا وَغُلَامٌ نَحْوِي إِدَاوَةً مِنْ مَاءٍ وَعَنَزَةً فَيَسْتَنْجِي بِالْمَاءِ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْه
2.     TERJEMAH                          
Dari Anas Radliyallaahu 'anhu berkata: Pernah Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam masuk ke kakus lalu aku dan seorang pemuda yang sebaya denganku membawakan bejana berisi air dan sebatang tongkat kemudian beliau bersuci dengan air tersebut. Muttafaq Alaihi.
3.     TAFSIR MUFRADAT                     
غُلَامٌ    :                                                        Anak yang belum masuk usia dewasa
إِدَاوَةً                           Wadah kecil yang terbuat dari kulit untuk menampung air. :       
عَنَزَةً                                   Tongkat pendek yang ujungnya besi yang tajam       :       
فَيَسْتَنْجِي :                                                  Cebok, membersihkan diri setelah buang air
4.     SYARAH HADITS               
Anas bin Malik berkisah bagaimana Anas dan seorang anak seumurannya dari  Anshar berkhidmah untuk Rasulullah Saw, dengan menyiapkan sebuah wadah yang berisi air  untuk membersihkan dari kotoran, dan sebuah tongkat yang di tancapkan sebagai tanda bahwa disitu sedang ada orang yang berhajat, sehingga orang-orang akan menyingkir dan mejauh dari situ.
Hadits ini di terangkan guna untuk menolak faham yang mengingkari beristinja dengan air bukan pula untuk menolak pemahaman istinja yang mencukupi dengan batu.
Di yakini bahwa Air adalah pembersih yang tidak bisa di najiskan oleh apapun, adapun dalil yang menguatkan hal ini adalah
إِنَّ الْماَءَ طهُوْرٌ لايُنَجِّسُهُ شَيْئ
Namun tidak salah pula ketika batu di gunakan sebagai alat beristinja setelah buang hajat, karena memang dalam hadit Hadits ada yang menjelaskan adanya nabi beristinja dgn batu, yaitu:
وَعَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ: ( أَتَى اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم اَلْغَائِطَ فَأَمَرَنِي أَنْ آتِيَهُ بِثَلَاثَةِ أَحْجَارٍ فَوَجَدْتُ حَجَرَيْنِ وَلَمْ أَجِدْ ثَالِثًا. فَأَتَيْتُهُ بِرَوْثَةٍ. فَأَخَذَهُمَا وَأَلْقَى اَلرَّوْثَةَ وَقَالَ: "هَذَا رِكْسٌ" )  أَخْرَجَهُ اَلْبُخَارِيّ ُ. زَادَ أَحْمَدُ وَاَلدَّارَقُطْنِيُّ: ( ائْتِنِي بِغَيْرِهَا
“Ibnu Mas'u d Radliyallaahu 'anhu berkata: "Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam hendak buang air besar lalu beliau menyuruhku untuk mengambilkan tiga biji batu kemudian saya hanya mendapatkan dua biji dan tidak menemukan yang ketiga. Lalu saya membawakan kotoran binatang. Beliau mengambil dua biji batu tersebut dan membuang kotoran binatang seraya bersabda: "Ini kotoran menjijikkan." Diriwayatkan oleh Bukhari. Ahmad dan Daruquthni menambahkan: "Ambilkan aku yang lain.
            Namun ada sebagian ulama yang menolak faham tentang penggunaan air  ketika hendak beristinja alasannya yaitu di sebabkan karena kalau dengan air akan meninggalkan bau pada tangan.
            Ulama Syafi’i dan Hambali berpendapat bahwa beristinja’ cukup dengan batu, tidak mesti memakai air terkecuali ketika najis itu melampaui kitaran dubur, Namun sebagian ulama di antaranya Hasan Al-Basri, ibnu abi laila, Al-hasan ibnu Saleh Abu ‘Ali Al-Djubba’iy memahami beristinja’ ketika hendak ingin mengerjakan shalat tidak cukup dengan batu dan tapi menggunakan air. Penggunaan batu ketika beristinja di bolehkan dengan alasan tidak memperoleh air.
            Beristinja’ dengan air lebih di utamakan dari pada bersuci dengan batu Allah telah menyanjung penduduk Quba lantaran mereka bersuci dengan air. dengan turunnya ayat :

“… padanya ada orang-orang senang mensucikan diri, dan Allah menyukai orang-orang yang mensucikan dirinya”. (At-Taubah 108)
            At-Tirmidzi berkata bahwa inilah yang di amalkan oleh para ulama mereka lebih memilih istinja’ dengan menggunakan air, kendatipun bersuci dengan batu itu sudah memadai, namun mereka lebih senang bersuci dengan air dan memandangnya lebih utama. pernyataan ini di kemukakan oleh sufyan Ats-tsauri, Ibnul Mubarak, Asy-Syafi’I, Ahmad dan Ishaq.
5.     KANDUNGAN HADITS

  1. Adanya ajaran atau perintah bersuci ketika selesai buang hajat yaitu dengan cara istinja’ dengan air karena dengan air lebih bersih namun ketika tidak dapat memperoleh air di perbolehkan dengan batu atau yang lain selain dari pada benda bernajis. Di sinilah terkandung mudahnya ajaran agama islam mengatur segala hal dan tidak mempersulit dengan suatu apapun.
  2. Membuang air tidak boleh di sembarang tempat karena aurat terbuka dan melihatnya itu haram serta berlindung diri dari penglihatan orang banyak atau dengan memberi tanda bahwa pada tempat tersebut ada yang buang hajat, sehingga orang lain tau dan tidak ke tempat itu. begitupun halnya pada zaman sekarang dimana adanya WC sebagai tempat buang hajat, setidaknya tanda dengan menutup pintu orang lain tau ada yang sedang buang hajat di dalamnya.
  3.  ketika Hendak membuang air besar  hendaknyalah menyiapkan air terlebih dahulu untuk membersihkan kotoran selepas buang hajat dan untuk beristinja’ terlebih ketika tak ada seorang pun yang mampu menyiapkan kita air ketika telah buang air besar sehingga tak perlu lagi berdiri dan terkena Najis.   





    DAFTAR PUSTAKA
    Hassan. A, Tarjamah Bulughul Maram,1972, Diponegoro,Bandung;
    Ash-Shiddieqy,Hasbi,Prof. T.M , Koleksi Hadits-Hadits Hukum Jilid 1, Cet pertama 1972, Al-Ma’arif, Bandung;
    Kitab  تيسير العلام,عمدة الأحكام  , Jilid 1. Maktabah wa Mathba’ah Nahdatul Hadits, Makkah Al-Mukarramah
    Kitabاللؤلؤالمرجان   Jilid 1, Maktabah daarul fiihaa’ wa Maktabah Daarussalam, Kuwait
    Ismail, Syuhudi Drs. M, Pengantar Ilmu Hadits 1987, Angkasa, Bandung;
    Sumber-Sumber Media Online  :
    http://azansite.wordpress.com/2012/02/05/adab-dalam-buang-air-loket-1-fiqh-ibadah/
    http://elhijrah.blogspot.com/2011/08/cara-buang-air-menurut-sunnah-nabi.html
    http://alislamu.com/ibadah/3-thaharah/75-bab-adab-buang-hajatbuang-air.html
                Dan Lain-Lain.

Untuk Jiwaku


           Laksana langit yang tak selalu cerah, menyingkap tabir alam yang pun memiliki keindahan lain dari sisi mendungnya, terlebih larut yang berhias cahaya ribuan bintang, menambah keberagaman langit yang begitu hebatnya kuasa Sang Pemilik Alam..

        Keberagaman kita yang saling melengkapi jauh lebih indah dari kesempurnaan, Menelaah hakikatnya diri tak kan mungkin kita temukan kesempurnaan, berusaha menjadi sempurna pun tak mungkin terjadi, karena Allah menciptakan kita sepaket dengan kekurangan, tapi yakin kesyukuran kita akan menemukan keindahannya jauh dari kesempurnaan yang kita inginkan...

“Menjadi Diri Sendiri, dengan sgala kekurangan

Menjadi diri sendiri atas Kelebihan,,, “

        



 Berusaha menjadi diri sendiri juga menjadi lebih baik dari pribadi yang telah lalu, adalah proses menjadi pribadi yang hebat,
Siapa yang di kategorikan baik itu??

Coba kita amalkan defenisi dari hadits ini

خير الناس أنفعهم للناس

“Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia”


        Tersadar akan ini, bahwa jika kita tak punya manfaat terhadap orang lain , sudikah kita di kategorikan “Seburuk-buruk manusia” ??
Tidakkan?! 
Maka itu tanya pribadi masing-masing seberapa manfaatkah kita utuk orang lain,
sampai pada Nafas yang masih di Amanahkan ini???
Mari berjanji pada diri sendiri,
Nafas Esok tak kan kita sia-siakan lagi tanpa usaha menjadi pribadi kita yang terbaik, Terus belajar tanpa henti dari buaian hingga ke liang lahad...

إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

Sesungguhnya Allah tidak mengubah suatu kaum sampai mereka mengubah diri mereka sendiri

Introspeksi diri...
Selalu..
Sampai amanah hidup ini mampu kita pertanggung jawabkan di Hadap-Nya.. InsyaAllahh..





MUHASABAH HATI yang tengah SAKIT

Saat memandangi hari.. Semakin hening dan makin tunduk merenungi. Setiap episode yang terjadi dalam hidupku, sudah begitu banyak warna yang terlukiskan, dan begitu banyak pula noda hitam mengotorinya.
Ini dinamakan perjuangan, dan setiap perjuangan ada pengorbanan yang harus dikerahkan dengan sungguh-sungguh. Keletihan, kelelahan... Bahkan air mata pun harus dipersembahkan. Demi Alloh, hanya untuk bisa bermanfaat bagi orang lain. Semoga tak ada kesia-siaan di dalamnya.
Dan ketika, semuanya begitu mudah mencerca.. Begitu ringan dalam menghina, dan tak santun dalam memperingatkan. Wahai diri, apa yang telah engkau lakukan... Sehingga ada pihak-pihak lain yang merasa dirugikan. Padahal, demi Allah! Tak sedikitpun aku mencampuri urusanmu. Lalu mengapa engkau terlalu sibuk dengan urusanku?!
Kukabarkan padamu..... Sebelum akhirnya kau yang menyesal karena terlalu repot dalam kesinisanmu terhadapku. Aku mencintaimu... Dan aku tahu bahwa setitik harap menginginkan sepertiku, muncul dalam dirimu. Lakukanlah apa yang bisa kau lakukan... Jangan terlalu masuk dalam kehidupanku. Karena pasti aku akan memberi rasa sakit yang mendalam kepadamu. Padahal tak semestinya itu terjadi, dan karena engkau saja yang terlalu meributkan hal-hal sepele yang terjadi padaku.
Letih... Menanggapi hal yang tak penting. Tugasku disini hanya berusaha, dan apa yang telah aku hasilkan saat ini sungguh adalah upah dari kerja kerasku. Dan karena Alloh-lah, semuanya bisa kulalui.....
Engkau dan kalian yang disana...
Bila diibaratkan, jangan hanya menjadi penonton bola. Engkau kegirangan ketika pemain andalanmu mampu mencetak gol, namun engkau kecewa dan marah-marah lantaran pemain andalanmu itu tak berhasil mencetak gol. Apalah arti kegiranganmu dan rasa kecewa itu, toh kau hanya PENONTON, bukan pemainnya.
Jangan banyak berkomentar, jangan banyak menyalahkan... Karena saat ini statusmu hanya sebagai PENONTON, penikmat dari apa yang telah disajikan oleh pemain. Maka, apa kau tak malu sama sekali... Saat kau hanya bisa banyak omong, tapi isi omonganmu itu kosong.
Engkau cuma bisa menyalahkan...
Padahal aku tahu, rasa iri tengah membuncah saat ini di hatimu. Kau geram dengan apa yang telah dihasilkan oleh pemain, sedangkan sampai detik ini...
Kau hanya mampu menjadi seorang penonton.
Bagaimana bisa engkau menjadi seperti itu.....
Kau diam saat aku membutuhkanmu, kau tak ada disisiku saat aku terjatuh. Aku bangun sendiri, aku ditolong oleh yang lain, yang masih memiliki rasa cinta terhadapku. Dan sekarang, saat aku berpijak ditempat yang lebih tinggi darimu, kau lemparkan senyum pahitmu kepadaku. Kau kesal dengan apa yang telah aku dapatkan, padahal tak sama sekali aku merugikan dan mengganggu hidupmu.
Sedih rasanya...
Saat semua penonton hanya bisa menikmati hasilnya, sedangkan permain berjibaku dengan segala ujian-ujian yang mengiringinya. Pemain berusaha memberikan yang terbaik bagi penonton, tapi lihatlah penonton... Hanya bisa berujar, hanya bisa mengucap sesuatu yang sebenarnya tak terlalu dibutuhkan oleh pemain. Sebab, pada dasarnya pemain lah yang berjuang... Bukan penonton.
Sungguh tragis, bagi orang-orang yang hanya bisa menyalahkan...
Atau dengan dalih menasihati, namun tidak dengan bahasa dan cara yang santun. Padahal sudah jelas, bahwa statusnya hanya sebagai pemain.
Semoga Allah mengampuni...
Setiap orang yang merasa sudah melakukan terbaik, kemudian menyalahkan orang lain. Sejatinya, penyakit hati tengah menderanya.
Berbenahlah diri.....
Jangan terlalu senang mencampuri. Kesibukan kita berbeda, maka sibukkanlah dirimu dengan urusanmu saja.
Lakukan sebuah proses, niscaya kau akan menikmati hasilnya...
Betapa berat yang diperjuangkan, betapa sulit proses yang dilalui...
Namun janji Allah, pastilah benar...
Bahwa siapa yang menolong agama Alloh, maka Allah akan menolongnya pula dan akan meneguhkan kedudukannya (QS Muhammad: 7)
Teman... Jangan jadi tong kosong nyaring bunyinya.
Malu lah... kalau ternyata sampai detik ini, kita hanya baru menjadi penonton, belum menjadi pemain.
Sedangkan kita sudah sok menjadi pemain. Astaghfirulloh!
♥♥♥Semoga aku selalu bisa membalasmu dengan kebaikan... Meski keburukan yang tengah kau lemparkan padaku :)
 Ditulis, ditengah kerisauan hati terhadap hati-hati lain yang tengah sakit.







di salin dari sebuah note page FB, Semoga bermanfaat tuk Diriku Khususnya...


New Story !! Kisah Mengharukan...


“Bisa saya melihat bayi saya?” pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga! Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayiyang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk. download
Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang menangis. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Anak lelaki itu terisak-isak berkata, “Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh.”
Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Ia pun disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. Ibunya mengingatkan, “Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja lain?” Namun dalam hati ibu merasa kasihan padanya.
Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya. “Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya,” kata dokter. Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka. Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya, “Nak, seseorangyang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia,” kata sang ayah.

Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahirlah. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat. Ia menemui ayahnya, “Yah, aku harus mengetahui siapayang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku. Ia telah berbuat sesuatu yang besar namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya.” Ayahnya menjawab, “Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu.” Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, “Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini.”
Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu. Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah… bahwa sang ibu tidak memiliki telinga. “Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekalibisa memanjangkan rambutnya,” bisik sang ayah. “Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan?”
Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam hati. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat. Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui.
Betapa kesehatan sangat berharga. Karena dengan sehat, kita bisa beribadah, kita bisa bersosialisasi, kita bisa menjalankan aktifitas, kita bisa menjalankan hobbi dan kita bisa bekerja.. jauh lebih baik ketimbang jika kita sedang sakit.

Sumber http://jalanhidup.com/motivasi/hadiah-cinta-yg-tak-ternilai-true-love-story.html



Terenyuh ketika sempat membaca Kisah ini, Sebegitu Indahnya Pengorbanan Seorang Ibu, sebegitu Dalam nya Kasih sayang untuk Kehidupan anak nya...
Mungkin kita merasa Ibu kita tak seperti sosok ibu tersebut, Namun Yakin Ibu Kita adalah orang yang Jauh Lebih cinta dan sayang kepada kita Lebih dari siapapun...


Mungkin Ibuku pernah merasa atau bahkan Kecewa dengan Sikapku, Bgitu kufur nya aku dengan Anugrah TerIndah yg meghadirkanmu dalam Hidupku..

Maaf Ummy, karena ketika itu aku masih ingin lebih jauh menyelam
i lautan cinta kasihmu untukku...




Masih...

Masih Menari di atas kyboard,
Jari yag seolah enggan Meluapkan apa Mau nya Hati...
Masih berat melangkah tentang tujuan jalan yang kian tak pasti...
Kaki yang seolah keram, tertahan Kodrat Alam..

Ingin Ku teriakkan...
Tentang Asaku,
Tentang Jiwaku yang berontak,
Tentang Mimpi da Harapku...

Sengaja ingin Ku perdengarkan..
Pada Batu yang masih Membatu,
Pada awan yang masih seolah acuh,
Pada ombak yang masih menyapu rata tepian..

Jelas Bukan keindahan Rangkaian kata yang ku cipta..
Sekedar emosi jari yang kian menari..
Menumpahkan Kalutnya Rasa..
Biar ku Simpan untukku,
karena mungkin Hanya Aku yang mampu mengerti..
dalam kesabaran..
Masih menanti Indahnya Rencana-Mu